Langsung ke konten utama

WISATA KULINER TB LHOKSEUMAWE (TERMINAL BARU)




Kawasan kuliner di terminal Labi-Labi Lhokseumawe, membawa keasyikan tersendiri. Dikawasan ini, hanya ramai pada malam hari. Dimana sejumlah pedagang menggelar dangangannya di halaman terminal.

Umumnya, jenis makanan yang dijual di sini adalah jenis makanan gorengan. seperti pisang goreng, tahu goreng, bakwan dan lain sebagainya. Sedangkan minumannya, jelas Bandrek yang merupakan teman setia pisang goreng.

Di kawasan ini, pengunjung tinggal memesan makanan dan minuman,
selanjutnya tinggal mencari tempat duduk dan menunggu pesanan datang sambil menikmati suasana angin malam di Kota Lhokseumawe yang berhawa pantai.

Harga makanan disini juga murah dan standar harga pasaran. Hanya seribu Rupiah, sudah dapat menikmati se-potong pisang goreng ataupun tahu goreng dan lain sebagainya.

Jika ingin menikmati lokasi kuliner ini, pastikan keadaan cuaca sedang tidak hujan. Jika keadaan hujan, sudah tentu pedagang tidak beraktivitas karena lokasi berjualannya di slam terbuka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKAM TEUKU CHIK DI TUNONG - LHOKSEUMAWE

Setelah wafat pada 25 Maret 1905, akibat dihukum tembak mati oleh kolonial Belanda. Jasad Teuku Chik Di Tunong, dimakamkan dilokasi makam para hulubalaang Lhokseumawe yang terletak di Gampong Mon Geudong, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Atau berjarak sekitar 1.2 Km dari lokasi eksekusi beliau. Dipemakaman tempat jasad Teuku Chik Di Tunong dikuburkan, juga terdapat juga Makam Teuku Di Buah (Teuku Muhammad Daud). Dilokasi makam tersebut juga terdapat makam Teuku Mahadraja Abdul Hamid salah seorang bangsawan di Lhokseumawe. Lokasi makam tempat para tokoh-tokoh terpengaruh pada masa lalu itu juga sering dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah dan sering dijadikan sebagai referensi penelitian. Untuk mengujungi lokasi makam dimaksud, tidaklah terlalu sulit. Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota sangat mudah untuk dijangkau dari berbagai arah bisa langsung mendatangi makam ini, karena banyak akses jalan yang terdapat disekitarnya. Akses yang dapat dilalui adalah Jalan ...

TARI POH KIPAH ACEH

Tari Poh Kipah adalah sebuah tarian yang ditarikan oleh wanita, gerakannya hampir sama dengan gerakan tari Saman. Namun pada tarian ini, lebih ditonjolkan Kipas yang terbuat dari pelepah pinang yang dibentuk sedemikian rupa dan menghasilkan bunyi yang seirama. Gerakan-gerakan tarian ini juga sangat mengikuti irama lambat, sedang dan cepat.

TARI RANUP LAMPUAN

Tari Ranup Lampuan lebih difungsikan sebagai tarian penyambutan adat atau penyambutan para tamu terhormat yang sedang berkunjung.Tarian penyambutan ini selalu identik dengan sirih dan puan, yang dalam tradisi masyarakat Aceh memiliki nilai-nilai dan makna khusus di dalamnya. Lihat yang lagi viral saat ini. Klik di sini Dalam adat masyarakat Aceh, sirih dan puan dapat dimaknai sebagai simbol persaudaraan antar masyarakat. Sehingga ketika tamu disuguhkan sirih tersebut, berarti dia sudah diterima dengan baik oleh masyarakat di sana. Begitu juga apabila tamu sudah menikmati suguhan tersebut, berarti dia menerima sambutan baik yang diberikan oleh masyarakat. Tari Ranup Lampuan pertama kali diciptakan pada tahun 1959 oleh salah satu seniman terkenal dari Aceh yang bernama Yusrizal. Nama Tari Ranup Lampuan ini diambil dari kata “Ranup” dan “Lampuan”. Kata Ranup sendiri dalam bahasa Aceh berarti “Sirih”, sedangkan Puan adalah tempat/wadah sirih khas Aceh. Tarian  ini,  diang...